Senin, 26 Mei 2014

ES PISANG IJO VERSI 2

Es Pisang Ijo ini merupakan versi kedua yang saya buat, setelah sebelumnya saya pun pernah membuat es serupa ini. Perbedaannya terletak pada bagian kulit yang berwarna hijau, dimana versi pertama merupakan cara termudahnya yang dibuat dari kulit dadar, sementara yang ini harus melalui proses pemasakan dan pengukusan terlebih dahulu. Adapun resep Es Pisang Ijo kali ini, saya contek dari web “Just Try and Taste”, salah satu web favorite saya.

Ketika membuat ini, saya merubah cara pembuatannya sedikit, dikarenakan kukusan yang saya miliki tidak mencukupi untuk mengukus adonan hijaunya. Jadi, tahapan mengukus adonan saya ganti dengan  menjerangnya di atas api hingga adonan sedikit padat. Setelahnya, proses tahapan pembuatan sama seperti resep. Hasilnya…. Enaak…. Semua orang rumah sukaaa… Yeyyy… Memang cara membuatnya agak sedikit extra usaha terutama ketika akan melapis pisang kukusnya dengan adonan. Namun, setelah menikmati hasilnya dan melihat Aisha serta ayahnya suka sekali, rasanya perjuangan itu terbayarkan… hi… hi… hi… 

Berhubung hujan terus-menerus sepanjang hari dan khawatir Aisha pilek, maka saya memutuskan untuk tidak menambahkan serutan es batu. Walau tanpa es, Alhamdulillah, tetap nikmat…

 
  
ES PISANG IJO 2
Sumber: Just Try & Taste

Bahan-bahan:

Bahan pewarna pisang hijau:
200gr daun pandan, potong-potong
500ml air

Bahan Pisang Hijau:
15bh pisang raja yang telah  matang, kukus
200gr tepung beras
200gr tepung terigu
50gr gula pasir
600ml santan kental dari 1 butir kelapa
500ml air pandan
3 tetes pasta pandan à saya tidak gunakan

Bahan Vla Santan:
50gr tepung beras
500ml santan kental
100gr gula pasir
1/2sdt garam

Pelengkap:
Pecahan es batu secukupnya --> saya tidak gunakan
Sirup coco pandan atau sirup merah lainnya
Susu kental manis --> saya tidak gunakan

Cara membuat kulit pisang Hijau:
Siapkan daun pandan, potong-potong ukuran 2cm dan cuci hingga bersih. Masukkan ke dalam blender, tambahkan air dan proses hingga halus. Saring sari pandan. Ambil 500ml air daun pandan untuk mewarnai adonan pisang hijau.

Siapkan wadah, masukkan tepung beras, tepung terigu, santan dan air pandan, aduk rata hingga tidak licin dan tidak menggumpal. Jika ada gumpalan, saring adonan hingga halus. Masukkan gula pasir dan pasta pandan, aduk rata. Tuangkan adonan ke loyang tahan panas. Kukus selama 20 menit hingga adonan matang. --> saya menjerangnya di atas api hingga adonan agak padat, jadi seperti bubur sumsum.

Angkat adonan dan uleni dengan sendok nasi hingga adonan menjadi licin dan kalis.
Letakkan selembar plastic wrap di permukaan meja. Olesi permukaannya dengan santan, letakkan 3 sendok makan adonan kulit, tipiskan dan letakkan sebuah pisang di atasnya. Bungkus pisang dengan adonan kulit hingga pisang tertutup, bentuk adonan mengikuti bentuk pisang.

Siapkan selembar daun pisang, letakkan adonan yang telah dibentuk di atasnya. Lipat daun pisang dan bungkus si pisang hijau. Tata di kukusan. Lakukan hingga semua adonan habis.

Kukus selama 15 menit. Keluarkan dari kukusan dan biarkan hingga dingin.

Membuat Vla Santan:
Siapkan panic, masukkan semua bahan vla santan, aduk hingga halus dan larut. Masukkan daun pandan. Jerang vla di atas kompor dengan api kecil, aduk-aduk selama dimasak hingga adonan menjadi kental dan muncul letupan tanda vla telah mendidih dan matang.
Angkat dan dinginkan.

Penyajian:
Siapkan mangkuk, ambil sebuah pisan hijau. Potong-potong dengan ketebalan sesuai keinginan. Tata si pisang hijau di mangkuk, siram dengan vla santan. Tambahkan es batu dan kucuri dengan sirup vanilla merah dan susu kental manis.

Jumat, 01 November 2013

KATIRI MANDI

Sedang melihat-lihat blognya Mbak Hesti, tertarik dengan resep Katiri Mandi-nya. Kebetulan di dapur masih ada beberapa ubi ungu. Langsung saja dicontek resepnya.


Rasanya wueenakk... sudah tidak diragukan lagi deh resep-resepnya Mbak Hesti... Terimakasih ya mbak....
Aisha sukaaa sekalii... Rasanya gurih-gurih manis... top  markotop. Yuukk, coba deh, bikin ketagihan.... Bener...

KATIRI MANDI

Bahan:

150gr tepung ketan putih
100gr ubi jalan ungu, kukus, haluskan
1/4sdt garam
100-125ml air

Kuah:

750ml santan dari satu butir kelapa
2sdm tepung beras (larutkan dengan sedikit air santan)
125gr gula pasir atau sesuai selera
2 lembar daun pandan, sobek dan ikat
1/2sdt garam

Cara Membuat:

Aduk rata tepung ketan dan garam. Tambahkan ubi kukus halus. Aduk menggunakan tangan.
Tambahkan air sedikit-sedikit sampai didapat adonan yang kalis dan dapat dipulung.
Bentuk bulat dengan bagian ujung yang runcing (saya hanya bulat biasa). Selesaikan semua adonan hingga habis.
Masak air panas di dalam panci. Sementara itu, buat kuahnya, masak santan, larutan tepung beras, gula, garam dan daun pandan. Aduk terus sampai mendidih.
Setelah air untuk bola ketan mendidih, masak sampai bola-bola terapung. Tiriskan lalu masukkan dalam kuah santan. Masak lagi santan sampai mendidih lalu matikan api.
Katri mandi siap disajikan hangat-hangat.

Minggu, 29 September 2013

DONUT KENTANG

Resep diambil dari Donut Kentang NCC, cuma saya tidak menggunakan telur. Awalnya sih, agak pesimis, apakah donutnya bisa empuk atau tidak. Tetapi ya sudahlah, dicoba saja.. Pada saat mengadoni, saya menggunakan mixer sekitar 10 menit. Setelahnya, ditambah bantingan tangan... waduuh.. Ternyata hasilnya.... Alhamdulillah.... masih bisa empuk.... enak pula....


DONUT KENTANG
sumber: NCC


Bahan:

500gr tepung terigu protein tinggi
50gr susu bubuk --> saya tidak pakai
11gr ragi instan
200gr kentang, kukus, haluskan dan dinginkan
100gr gula pasir
75gr mentega
1/2sdt garam
4butir kuning telur --> saya tidak pakai
100ml air dingin


Cara Membuat:

1. Dalam wadah, campur tepung terigu, gula, susu bubuk, ragi instan, aduk rata. Masukkan kentang halus, tuang telur dan air dingin, uleni hingga rata dan setengah kalis.
2. Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan 15 menit. --> saya sekitar 25 menit.
3. Bagi adonan, masing-masing 50gr, bulatkan. Diamkan 20 menit hingga mengembang.
4. Lubangi tengahnya, menjadi bentuk donat, segera goreng sampai kuning kecoklatan.
5. Angkat, tiriskan. Taburi gula donut atau hias dengan coklat.

Selasa, 24 September 2013

STEAMED RICE CAKE

Steamed Rice Cake ini sebenarnya hampir sama dengan Bolu Kukus Tepung Beras yang pernah saya posting sebelumnya. Perbedaannya terletak pada cara pembuatan. Resepnya saya dapatkan dari Baking On Cloud 9.


Ini resep aslinya ya....

STEAMED RICE CAKE

Bahan-bahan:

200gr tepung beras
200ml santan --> saya menggunakan 60ml santan + 180ml air putih, lalu dididihkan
160ml air mendidih
2sdt baking powder double acting
120gr gula pasir --> saya hanya menggunakan 100gr
1/4sdt esence vanilla --> saya tidak gunakan

Cara Membuat:

Ayak tepung beras dan 1sdt baking powder.
Campur tepung beras dan santan, aduk rata.
Tambahkan air mendidih, aduk rata dan diamkan hingga dingin.
Setelah dingin, masukkan 1sdt sisa baking powder, lalu diamkan hingga 1 jam.
Tambahkan gula dan essence vanilla ke adonan, lalu aduk rata.
Siapkan cetakan.
Tuang adonan ke dalam cetakan, dan diamkan untuk mengembang sekitar 30 menit.
Masukkan ke dalam kukusan.
Kukus sekitar 15 menit hingga matang.


Pada saat  membuat ini, saya tidak mengikuti aturan di atas, karena memakan waktu lama, sementara kue ini saya buat sebagai bekal Aisha sekolah. Jadi, saya melewati tahapan proses pengembangan (mendiamkan sekitar 1 jam dan 30 menit). Saya langsung saja mencampur dan memasak semua bahan cair (santan+air) hingga mendidih, lalu menambahkan gula pasir hingga larut. Setelah itu, diamkan hingga agak dingin, lalu dituang ke campuran tepung beras+baking powder. Aduk rata. Selanjutnya, adonan dituang ke dalam cetakan-cetakan kecil, lalu dikukus sekitar 15 menit.

Dan, ternyata cara itupun berhasil, kuenya mengembang, lembut dan nikmat. Entah karena faktor 'lucky' atau memang bisa dilakukan dengan cara ini. Mungkin lain kali saya akan coba dengan aturan aslinya, bisa jadi rasanya lebih nikmat lagi dan lebih "tertawa ngakak".

Rabu, 18 September 2013

KETIKA RAMADHAN BERAKHIR...

Seandainya...

Seandainya, setiap bulan adalah Ramadhan....
Alangkah tenang dan tentramnya hidup ini...
Setiap orang akan berfikir ulang beribu kali untuk melakukan perbuatan-perbuatan tercela.
Setiap orang akan berusaha sekuat daya menaklukkan hawa nafsunya.
Masing-masing jiwa akan berlomba untuk berbuat kebajikan.


Teringat kata-kata Pak Ustadz...
Semestinya, Ramadhan adalah saat bagi kita untuk berlatih mengekang hawa nafsu,
Saat bagi kita untuk memacu dan membiasakan diri melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT,
Saat bagi kita untuk memperbanyak melaksanakan sunah-sunah Rasulullah SAW.

Namun... ketika Ramadhan ini berakhir,
Kemanakah ibadah-ibadah itu?
Kemanakah kebiasaan-kebiasan baik itu?
Kemanakaah sholat sunah Dhuha, Tahajud dan tadarus Qur'an itu?
Jangankan yang sunah, ibadah yang wajib pun bahkan terkadang terlalaikan.
Aduh... malunya diri ini. Ternyata Ramadhan hanya menjadi formalitas saja dalam kehidupan.
Ibadah-ibadah wajib dan sunah yang dilakukan di bulan Ramadhan, ikut menghilang seiring dengan berakhirnya Ramadhan.

Sedihnya jiwa ini....
Apa yang akan kita pertanggungjawabkan kepada Sang Khalik kelak ketika raga tak lagi menyatu dengan jiwa...
Apa yang akan kita katakan kepada Rasulullah kelak ketika kita mengaku sebagai umatnya dan menginginkan syafaatnya, namun tak melaksanakan perintah Allah dan sunnah Rasul-Nya...


Ya Rabbana,
Lindungi hamba dari kecintaan terhadap dunia dan isinya...
Jauhkan hamba dari kelalaian melaksanakan perintahMu dan sunnah RasulMu

Ya Ghafar,
Jadikan Ramadhan ini sebagai titik balik untuk lebih mendekatkan diri kepada Mu
Jadikan indahnya ibadah di bulan-bulan lain, seperti indahnya ibadah di bulan Ramadhan
Jadikan bersihnya hati di bulan-bulan lain, seperti bersihnya hati di bulan Ramadhan
Jadikan keikhlasan dan kesabaran diri di bulan-bulan lain, seperti keikhlasan dan kesabaran diri di bulan Ramadhan

Ya Rahim,
Izinkan hamba untuk dapat bertemu kembali dengan RamadhanMu
Namun... jikalau takdir tak mengijinkan kami tuk bersua kembali,
maka jadikanlah Ramadhan ini sebagai Ramadhan terbaik dan teristimewa dari puluhan Ramadhan yang telah hamba lewati
Jadikanlah Ramadhan ini sebagai penghapus dosa yang telah lalu dan yang akan datang
Jadikanlah Ramadhan ini sebagai salah satu sebab semakin besarnya kecintaan hamba kepada Mu dan Rasul-Mu...

Allaahumma shalli 'alaa Sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihhi wa sallim...